
Rawnews.co.id – Petani di wilayah Way Kerap, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menghadapi persoalan pengairan akibat pendangkalan Sungai Way Kerap yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi ini membuat petani kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau, sementara ketika musim hujan, luapan sungai dikhawatirkan mengancam lahan pertanian dan permukiman warga.
Sejumlah petani mengaku sawah mereka telah sekitar lima hingga enam bulan tidak digarap sejak panen terakhir. Terbatasnya pasokan air menjadi kendala utama untuk kembali menanam, sehingga petani khawatir mengalami kerugian akibat lahan yang tidak produktif.
Di sisi lain, pendangkalan sungai juga memicu kekhawatiran saat curah hujan meningkat. Kapasitas aliran sungai yang dinilai tidak lagi memadai dikhawatirkan menyebabkan air meluap dan merendam persawahan hingga permukiman warga.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Way Kerap, Mezi Kurniawan, menyampaikan kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi petani. Kerusakan tanggul yang pernah terjadi disebut berdampak pada lahan persawahan seluas sekitar satu hektare. Biaya pemulihan secara swadaya bahkan diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Atas kondisi itu, masyarakat mendesak pemerintah melakukan normalisasi Sungai Way Kerap sepanjang kurang lebih dua kilometer. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir yang mengancam lahan pertanian.
Selain normalisasi, petani juga membutuhkan bantuan mesin pompa air atau alkon untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah selama musim kemarau. Bantuan tersebut dinilai penting agar lahan yang selama ini tidak digarap dapat kembali ditanami.
Anggota DPRD Tanggamus, Buyung Alamsyah, menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk permintaan normalisasi sungai dan bantuan mesin alkon.
Petani berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum musim hujan tiba. Mereka khawatir, tanpa penanganan yang memadai, persoalan kekurangan air saat kemarau dan ancaman banjir saat musim hujan akan terus berulang, sekaligus menambah beban ekonomi petani di wilayah Way Kerap.(raw).
